Selasa, 03 April 2012

Perpustakaan dan Minat Baca Warga Sekolah

 "Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan.." Q.S. Al-'Alaq:1

Ayat pertama dari surat Al-'Alaq ini mengingatkan kepada kita bahwa untuk memperoleh kemuliaan, kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup ini, hal pertama yang harus kita lakukan adalah dengan cara membaca. Menghimpun berbagai pengetahuan dengan cara membaca menjadi sangat penting adanya, karena tanpa membiasakan diri untuk membaca kita akan ketinggalan informasi dan pengetahuan. Oleh karena itu, para ahli mengatakan bahwa akan jadi apa seseorang pada lima tahun yang akan datang tergantung apa yang dibacanya saat ini. Dan kemajuan suatu bangsa sangat tergantung pada seberapa besar minat baca masyarakatnya.

Salah satu cara untuk meningkatkan minat baca di sekolah atau suatu lembaga pendidikan adalah dengan cara menghidupkan perpustakaannya. Ini mempunyai peran yang sangat penting terutama bagi peserta didik yang di rumahnya tidak dibiasakan membaca oleh orang tuanya.

Sayangnya, saat ini banyak sekolah yang tidak punya prioritas pada pembenahan dan pengembangan perpustakaannya. Sehingga perpustakaan cenderung kumuh dan fungsinya tidak lebih dari sebuah gudang penyimpanan buku dan kadang peralatan sekolah lainnya. Oleh karena itu perlu upaya yang keras dan niatan yang baik dari berbagai pihak yang peduli terhadap tumbuhnya minat baca pada peserta didik, baik itu dari pihak kepala sekolah sendiri maupun dari guru-guru dan tenaga kependidikan yang berkecimpung di sana untuk mengembangkan perpustakaan dan mengelolanya secara lebih baik.

Di sini saya mencoba untuk memberikan sumbang saran dengan mengumpulkan beberapa informasi yang kiranya dapat memotivasi kita agar lebih peduli untuk membenahi perpustakaan kita agar kiranya dapat menjadi taman indah nan menawan yang akan menarik minat peserta didik dan warga sekolah lain agar tertarik untuk membaca sehingga pada akhirnya akan menumbuhkan minat dan budaya membaca yang akan membawa pada kemajuan diri, lembaga, keluarga, lingkungan, negara dan dunia pada umumnya. Mari kita nikmati Sahabat....:)

Pengertian Perpustakaan

Dalam arti tradisional, perpustakaan mempunyai arti sebuah koleksi buku dan majalah. Perpustakaan dapat juga diartikan sebagai kumpulan informasi yang bersifat ilmu pengetahuan, hiburan, rekreasi dan ibadah yang merupakan kebutuhan hakiki manusia.
Oleh karena itu perpustakaan modern telah didefinisikan kembali sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format apapun, apakah informasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan tersebut atau tidak. Dalam perpustakaan modern ini selain kumpulan buku tercetak, sebagian buku dan koleksinya ada dalam perpustakaan digital (dalam bentuk data yang bisa diakses lewat jaringat komputer).


Peran Perpustakaan Sekolah dalam Menumbuhkan Minat Baca Warga Sekolah

Dasar pembentukan perpustakaan sekolah di Indonesia adalah Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No.2 Tahun 1989, yang isinya menyatakan bahwa setiap sekolah harus menyediakan sumber belajar (perpustakaan). Perpustakaan merupakan unit pelayanan di dalam lembaga yang kehadirannya hanya dapat dibenarkan jika mampu membantu pencapaian pengembangan tujuan-tujuan sekolah yang bersangkutan. Penekanan tujuan keberadaan perpustakaan sekolah adalah pada aspek edukatif dan rekreatif (kultural). Saya secara pribadi menemukan beberapa fakta tentang beberapa sekolah dengan perpustakaan yang jauh dari kedua fungsi ini.

Perpustakaan sekolah tidak boleh menyimpang dari tugas dan tujuan sekolah sebagai lembaga induknya. Menurut Qalyubi, dkk. (2007), ada beberapa fungsi perpustakaan sekolah, di antaranya adalah sebagai berikut :
1. Sebagai sumber kegiatan belajar mengajar.Sehingga para peserta didik, guru ataupun lainnya bisa  menjadikan perpustakaan sebagai mencari tempat referensi yang lengkap dan menyenangkan.
2. Membantu peserta didik memperjelas dan memperluas pengetahuan pada setiap bidang studi. Jadi,usahakan agar perpustakaan berisi banyak buku penunjang dari buku-buku mata pelajaran yang diajarkan di kelas.
3. Mengembangkan minat dan budaya membaca yang menuju kebiasaan belajar mandiri. Dari pengalamanyang saya perhatikan dalam mengajar di kelas, bahwa kurangnya pemahaman anak pada materi pelajaran yang disajikan di kelas banyak yang disebabkan karena peserta didik tidak mampu memahami isi dari bacaan suatu buku. Dan pemahaman itu biasanya lebih banyak didapatkan karena pengalaman seorang anak berinteraksi dengan sumber bacaan dengan cara sering membaca.
4. Membantu anak untuk mengembangkan bakat, minat dan kegemarannya. Bacaan di perpustakaan biasanya banyak menawarkan buku-buku yang sarat dengan pengetahuan yang relatif tidak banyak diketahui oleh mereka yang kurang membaca.
5. Membiasakan anak untuk mencari informasi di perpustakaan, kemahiran anak mencari informasi di perpustakaan akan menolong untuk belajar mandiri dan memperlancar dalam mengikuti pelajaran selanjutnya.
6. Perpustakaan sekolah merupakan tempat memperoleh bahan rekreasi sehat melalui buku-buku bacaan yang sesuai dengan umur tingkat kecerdasan anak. Sehingga saat mereka sudah suka membaca biasanya rasa ingin tahunya akan bertambah besar. Maka apapun akan ia baca termasuk buku pelajarannya. Dengan demikian, maka akan sangat meringankan orang tua dalam membimbing anaknya. Mereka hanya tinggal mengarahkan saja.
7. Perpustakaan sekolah memperluas kesempatan belajar bagi peserta didik. Bagi peserta didik yang biasanya lebih "terhipnotis" dengan tayangan televisi ataupun games yang disediakan orang tuanya di rumah sementara saat di sekolah keduanya tidak bisa ia lakukan di sekolah maka ia akan "lari" ke perpustakaan sebagai alternatifnya.

Berdasarkan fungsi-fungsi diatas, sudah jelas bahwa perpustakaan sekolah ikut berperan dalam membantu meningkatkan minat dan budaya baca, walaupun keberadaan perpustakaan sekolah sampai pada saat ini kondisinya masih sangat memprihatinkan, bukan saja pada segi fisiknya (gedung dan ruangan), tetapi juga dari segi sistem pengelolaannya, sumber daya manusia, koleksi, dan alat/perlengkapan fisik lainnya.

Hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh Bidang Perpustakaan Sekolah, Pusat Pembinaan Diknas terhadap keberadaan perpustakaan sekolah, menunjukan hal-hal sebagai berikut :
a. Banyak sekolah yang belum menyelenggarakan perpustakaan.
b. Perpustakaan sekolah yang ada kebanyakan belum menyelenggarakan layanan secara baik, kurang membantu proses belajar mengajar, dan sering berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku (gudang) belaka.
c. Ada sejumlah kecil perpustakaan sekolah yang kondisinya cukup baik, tetapi belum terintegrasi dengan kegiatan belajar mengajar.
d. Keberadaan dan kegiatan perpustakaan sekolah sangat bergantung pada sikap kepala sekolah sebagai pemegang kebijakan dalam segala hal.
e. Kebanyakan perpustakaan sekolah tidak memiliki pustakawan (tenaga pengelola tetap), sering hanya    dikelola oleh seorang guru yang setiap saat dapat dimutasikan.
f. Pekerjaan di perpustakaan dianggap kurang terhormat sehingga kurang disukai, dan bahkan dianggap sebagai pekerja kelas dua. Oleh karena itu, ada perpustakaan yang pengelolanya diserahkan kepada petugas tata usaha sebagai tugas sampingan.
g. Koleksi perpustakaan sekolah umumnya tidak bermutu dan belum terarah sesuai dengan tujuannya.
h. Layanan perpustakaan sekolah belum dilaksanakan dengan baik karena kurangnya SDM yang terdidik dalam bidang perpustakaan.
i. Dana yang dialokasikan untuk pembinaan dan pengembangan perpustakaan sangat terbatas.
j. Banyak sekolah yang tidak mempunyai ruangan khusus untuk perpustakaan.
Dilihat dari aspek koleksinya, banyak perpustakaan sekolah yang hanya memiliki buku paket bidang studi, yang merupakan buku ajar atau buku teks yang dipakai dalam pengajaran. Koleksi lain yang berorientasi pada aspek rekreatif (kultural) sangat kurang, bahkan sering tidak ada. Padahal, koleksi penunjang seperti buku-buku fiksi sangat penting, khususnya untuk meningkatkan daya imajinasi dan menumbuhkan motivasi membaca.

Ironisnya lagi, ada sementara dari kalangan pendidik (guru) yang masih berpendapat bahwa tanpa perpustakaan sekolah, proses belajar dan mengajar berjalan lancar. Mereka kurang berupaya agar anak didik mempunyai budaya baca sehingga dapat memperlancar dan mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang. Banyak di kalangan guru yang hanya mengejar aspek nilai normatif pada setiap bidang studi yang diajarkan. Jika hal-hal seperti itu dipertahankan, jaminan peningkatan hasil pendidikan di kalangan sekolah masih sulit diharapkan. Bahkan, parahnya lagi tidak berdayanya perpustakaan sekolah ini banyak disebabkan karena kepala sekolah, wakil ataupun guru-gurunya yang tidak punya minat baca yang baik, sehingga mereka seakan tidak punya "darah" untuk mengembangkannya.


Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kegemaran membaca siswa melalui perpustakaan adalah:
  1. Menyediakan bahan bacaan yang diminati siswa, yang sesuai dengan keragaman tingkat perkembangan anak.
  2. Menjadikan perpustakaan sekolah sebagai tempat yang menyenangkan bagi siswa melalui penataan yang bagus, dengan pelayanan yang ramah,
  3. Membuat promosi dan kegiatan pengembangan minat dan kegemaran membaca dengan memanfaatkan perpustakaan sekolah,
  4. Memberikan tugas tambahan kepada siswa di luar kelas. Pemberian tugas tambahan ini tentunya berkaitan dengan terbatasnya jam pelajaran di dalam kelas. Oleh sebab itu guru sebaiknya senantiasa mendorong siswa untuk lebih banyak membaca di luar jam-jam sekolah (di rumah). Tugas membaca dapat dipantau dengan membuat laporan, resensi buku, atau membuat laporan garis besar isi buku yang telah dibacanya (sinopsis) dengan memanfaatkan bacaan yang tersedia di perpustakaan,
  5. Tersedianya waktu bagi siswa untuk berkunjung ke perpustakaan baik secara perseorangan maupun klasikal yang sekaligus merupakan jam belajar di perpustakaan. Ingat, bahwa yang dinamakan belajar itu tidak selalu harus dilaksanakan di kelas dimana siswa selama ini belajar.
  6. Mengintegrasikan perpustakaan dalam kegiatan belajar mengajar.
Strategi Pengembangan Perpustakaan Sekolah

Melihat fungsi perpustakaan yang demikian penting dan adanya  kenyatan bahwa pengelolaan perpustakaan sekolah belum berjalan dengan baik, untuk itu diperlukan srategi pengembangan perpustakaan sekolah dengan baik. Tentunya pengembangan perpustakaan sekolah harus berangkat dari inisiatif sekolah itu sendiri. Adapun optimalisasi peran perpustakaan melalui pengembangan perpustakaan sekolah meliputi hal-hal sebagai berikut:
  1. Status organisasi, perlu ada pemantapam status organisasi perpustakaan sekolah,
  2. Pembiayaan, perlu adanya anggaran yang memadahi yang dapat digunakan untuk operasional perpustakaan sekolah,
  3. Gedung dan atau ruang perpustakaan, perlu ada ruangan yang representatif sehingga keberadaan perpustakaan sekolah mampu menunjang kegiatan KBM di sekolah,
  4. Koleksi bahan pustaka,  perlu disesuaikan dengan kebutuhan minimun sekolah yang mengacu pada kurikulum dan kegiatan ekstra kurikuler di sekolah.
  5. Peralatan dan perlengkapan, perlu disesuiakan dengan kebutuhan perpustakaan sekolah sehingga perpustakaan dapat berjalan dengan baik
  6. Tenaga perpustakaan, mempunyai kualifikasi yang memadahi untuk pengelolaan perpustakaan sekolah.
  7. Layanan perpustakaan, disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Jika mungkin ada layanan diluar jam-jam belajar siswa, sehingga siswa dapat memanfaaatkan perpustakaan dengan baik.
  8. Promosi, perlu dilakukan dengan berbagai cara agar perpustakaan menarik bagi siswa.
Berikut ini beberapa cara untuk lebih memberdayakan keberadaan perpustakaan di lingkungan sekolah:
  1. perlu upaya untuk menciptakan “penguatan kelembagaan” terhadap perpustakaan sekolah,
  2. perlunya diciptakan pengajaran yang terkait dengan pemanfaatan fasilitas yang tersedia di perpustakaan,
  3. perlu upaya melibatkan guru dalam pemilihan koleksi perpustakaan yang akan dibeli, sehingga guru tahu koleksi yang demiliki perpustakaan,
  4. promosi dan pemasyarakatan perpustakaan dengan mengambil even-even khusus seperti pada hari peringatan nasional,
  5. perlu diupayakan adanya jam belajar di perpustakaan, sehingga siswa terbiasa memanfaatkan perpustakaan,
  6. perlunya pemberian rangsangan kepada siswa agar termotivasi untuk memanfaatkan perpustakaan, misalnya penghargaan terhadap siswa yang meminjam buku paling banyak dalam kurun waktu tertentu. 

Sumber Bacaan:


*Bafadal, Ibrahim, 1996. Pengelolaan Perpustaaan Sekolah. Jakarta : Bumi Aksara.
*Buletin Pusat Perbukuan, vol. 5, 2001. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.
*Qalyubi, Syihabuddin, dkk. 2007. Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Yogyakarta : Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Adab UIN Yogyakarta.
*Supriyanto, dkk, 2006. Aksentuasi Perpustakaan dan Pustakawanan, editor Kosam Rimbawa, Supriyanto. Jakarta : Pengurus Daerah-DKI Jakarta, Ikatan Pustakawan Indonesia bekerja sama dengan Sagung Seto.
*Darmono, 2002. Menjadi pintar: memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar.Malang: UM Press
* http://massofa.wordpress.com/2008//01/24/peran-perpustakaan-dalam-membina-minat-baca 
* (http://www.safalina.com/
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar